QS. Al-Baqarah (Sapi) / 2 : 222
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Analisis Ilmiah & Medis
Tafsir Ringkas
Tafsir ilmiah dan integrasi keperawatan maternitas untuk topik Kehamilan dengan faktor risiko infeksi, termasuk ketuban pecah lama atau prosedur invasif. (Data standar - tanpa integrasi AI)
Korelasi Medis Modern
Korelasi medis kesehatan reproduksi & maternitas islami pada Kehamilan dengan faktor risiko infeksi, termasuk ketuban pecah lama atau prosedur invasif. (Data standar - tanpa integrasi AI)
Panduan Klinis (Askep)
[D.0142] Risiko Infeksi Definisi: [D.0142] Berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik. Penyebab/Faktor Risiko: [D.0142] Kerusakan integritas kulit/jaringan (luka seksio sesarea, ruptur/episiotomi perineum); Ketuban pecah dini (KPD >6 jam); Pemeriksaan dalam (VT) berulang tanpa indikasi ketat; Penurunan hemoglobin (anemia); Prosedur invasif (kateterisasi urin). Tanda & Gejala: —
[I.14539] Pencegahan Infeksi Definisi: [I.14539 Pencegahan Infeksi] Mengidentifikasi dan menurunkan risiko terserang organisme patogenik. Observasi: [I.14539 Pencegahan Infeksi] 1. Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik (suhu >38°C, lokia berbau busuk / lochea purulenta, nyeri tekan uterus, luka perineum/SC kemerahan dan bengkak). 2. Monitor jumlah leukosit darah. Terapeutik: [I.14539 Pencegahan Infeksi] 1. Terapkan prinsip aseptik dan antiseptik secara ketat pada setiap tindakan asuhan kebidanan/keperawatan. 2. Lakukan cuci tangan 6 langkah 5 momen sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. 3. Rawat luka bedah SC atau luka perineum secara steril. Edukasi: [I.14539 Pencegahan Infeksi] 1. Ajarkan cara mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir. 2. Ajarkan perawatan kebersihan genitalia (vulva hygiene) secara mandiri setiap selesai BAK/BAB. 3. Jelaskan tanda-tanda infeksi nifas yang harus segera dilaporkan kepada tenaga kesehatan. Kolaborasi: [I.14539 Pencegahan Infeksi] 1. Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis / terapeutik sesuai advis medis.
Risiko infeksi ditetapkan berdasarkan faktor risiko; SDKI mencantumkan efek prosedur invasif dan ketuban pecah lama/ketuban pecah sebelum waktunya sebagai faktor risiko. citeturn1search6